slide 1

INDOMETAL PRODUCTS | SIMPLE, LIGHT AND THE BEST THINGS YOU ARE LOOKING FOR

Keuntungan Baja Ringan VS Kayu

Umum :

1.       Umur : Baja Ringan 50 - 80 Tahun vs Kayu 15 - 20 tahun

2.       Biaya awal : Baja Ringan +/- 20% sedikit mahal vs Kayu Standar

3.       Waktu Pemasangan : Baja Ringan -Cepat vs Kayu –Lambat

4.       Rayap : Baja Ringan -Tahan vs Kayu –Tidak

5.       Perawatan : Baja Ringan -Tidak Perlu vs Kayu -Perlu Perawatan

6.       Api: Baja Ringan -Tidak Menjalarkan Api vs Kayu -Menjalarkan Api

7.       Api: Baja Ringan -Tidak Terbakar vs Kayu -Mudah Terbakar

8.       Semakin tua bangunan: Baja Ringan -atap melengkung sedikit vs Kayu -atap melengkung banyak sekali

Keuntungan lain :
 

1.       Anti karat, ringan, kuat dan kokoh, desain fleksibel, rapi, presisi, ekonomis, dan ramah lingkungan (dapat didaur ulang & melestarikan HUTAN kita). Rumah di Negara maju, seperti Australia, Amerika, dan Eropa (atap, dinding, lantainya) sudah menggunakan baja ringan, jika rumah di bongkar puingnya 80% - 90% dapat di daur ulang.

2.       Dapat digeser Vertikal (meninggikan rumah), Horizontal (memundurkan rumah). Tanpa membongkar rangka atap baja ringan. Dengan menggunakan Crane / Dongkrak, jika suatu saat akan di renovasi.

 

Kekuatan Rangka Atap Baja Ringan.

1.       Tentang Baja.

Baja adalah paduan antara Besi (Fe) dan Karbon (C) dengan kandungan carbon maksimal 2%, makin tinggi kandungan carbon makin getas baja tersebut (sulit dibengkokkan/kaku, sulit dilas) dan begitu juga sebaliknya. Jadi baja berbeda dengan besi. Disamping itu dengan perlakuan pendinginan yang berbeda akan menghasilkan baja yang berbeda pula getas (kaku) atau lentur, tergantung tujuan pembuatan baja tersebut.

Baja Getas / Kaku digunakan untuk terot mobil, blok mesin, pahat dan sebagainya.
Baja Lentur digunakan untuk baja beton, kabel, rangka atap, rangka pesawat, dsb.

Kekuatan tarik baja lentur lebih tinggi dari baja getas. Kekuatan gaya tarik baja lentur umumnya berkisar 300 MPA (baja biasa). Tapi dengan proses teknologi tinggi (Hi-Ten) kekuatan gaya tarik baja lentur diatas 550 MPA. Saat ini type baja Hi-Ten seperti ini sering digunakan sebagai Rangka Atap Baja Ringan.

2.       Baja untuk Rangka Atap Baja Ringan.
Seperti yang diceritakan diatas bahwa kekuatan gaya tarik baja ringan tergantung kadar karbon yang dikandungnya dan cara pemproseskannya (lisensi Teknologi). Baja ringan dengan tipe G 550 MPA artinya baja tersebut mempunyai kekuatan gaya tarik di atas 550 MPA. Tipe baja ringan G 550 MPA saat ini banyak beredar dipasar dengan kekuatan gaya tarik berkisar 650 MPA hingga 920 MPA.
Baja lentur Hi-Ten memang sangat luar biasa dengan kemampuan gaya tariknya, bayangkan dengan diameter beberapa centimeter saja (kabel) mampu menarik tongkang (kapal tambahan) yang berderet dengan panjang lebih dari 1 km.

Tapi ia mempunyai 2 kelemahan :

·         Lemah pada gaya tekan, sebagai contoh, jika kabel baja ditekan, maka ia gampang sekali melengkung.

·         Mudah berkarat.

Untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah :

·         Mengatasi kelemahan Gaya Tekan.
Dengan ilmu statika kekuatan gaya tekan baja lentur tersebut dapat ditingkatkan hingga mencapai lebih separuh dari kekuatan gaya tarik, bahkan dalam aplikasi dikontruksi kekuatan gaya tekan mendekati gaya tarik.
Pada Rangka Atap Baja Ringan 2 cara meningkatkan kemampuan gaya tekan, yaitu :
Pempentukan profil, misalnya: Profil L, C, Kotak / Hollow. Dimana sisi satu terkena gaya tekan, sisi lain terkena gaya tarik (menahan).
Ranka Batang / Kremona, dimana batang satu terkena gaya tekan, batang lain menahan / terkena gaya tarik. Sehingga Gaya Tekan = Gaya Tarik = 0.

·         Mengatasi Karat (Baja Anti Karat).
Untuk mengatasi agar baja tidak mudah berkarat umumnya menggunakan lapisan anti karat, misalnya: cat, silicon, dan bahan kimia lainnya.

2 jenis anti karat sering digunakan pada Rangka Atap Baja Ringan, yaitu :

1.       Galvalum di lapisi oleh 55% Aluminium, 45% Zinc.

2.       Galvanis hanya dilapisi Zinc.

 

Kekuatan Batang Profil C.
Baja G 550 MPA artinya :
1 MPA = 100 Ton/m2 = 0,01 Ton/cm2, sehingga :
G 550 MPA = 55.000 Ton/m2 x 0,01 Ton.cm2 = 550 Ton/cm2
Kekuatan Tarik Profil GAMMA C-Truss,
Luas potongan = (P+L+2C) x TcT

1. Gamma C-Truss GT-65 Galvalume TCT: 0,60 (Dimensi P= 6,5 cm, L= 3,2 cm, C= 0,5 cm)
Tebal (TCT) = 0,60 mm = 0,06 cm
Luas Potongan = (6,5 + 3,2 + 2x0,5) x 0,06 cm = 0,642 cm2
Kekuatan tarik = 550 Ton/cm2 x 0,642 cm2 = 353,1 Ton
2. Gamma C-Truss GT-65 Galvalume TCT: 0,65 (Dimensi P= 6,5 cm, L= 3,2 cm, C= 0,5 cm)
Tebal (TCT) = 0,65 mm = 0,065 cm
Luas Potongan = (6,5 + 3,2 + 2x0,5) x 0,065 cm = 0,6955 cm2
Kekuatan tarik = 550 Ton/cm2 x 0,6955 cm2 = 382,525 Ton
3. Gamma C-Truss GT-75 Galvalume TCT: 0,60 (Dimensi P= 7,5 cm, L= 3,6 cm, C= 0,5 cm)
Tebal (TCT) = 0,60 mm = 0,06 cm
Luas Potongan = (7,5 + 3,6 + 2x0,5) x 0,06 cm = 0,726 cm2
Kekuatan tarik = 550 Ton/cm2 x 0,726 cm2 = 399,3 Ton
4. Gamma C-Truss GT-75 Galvalume TCT: 0,75 (Dimensi P= 7,5 cm, L= 3,6 cm, C= 0,5 cm)
Tebal (TCT) = 0,75 mm = 0,075 cm
Luas Potongan = (7,5 + 3,6 + 2x0,5) x 0,075 cm = 0,9075 cm2
Kekuatan tarik = 550 Ton/cm2 x 0,9075 cm2 = 499,125 Ton

ARTIKEL LAINNYA

PROMO LAINNYA